MENTERI Antikorupsi Brasil Fabiano Silveira mundur pada Selasa pekan lalu. Pengunduran diri itu diajukan lewat surat kepada Presiden Michel Temer, yang baru memerintah selama 16 hari. Temer, sebagai wakil presiden, mengambil alih posisi Presiden Dilma Rousseff, yang tengah menghadapi pemakzulan.

Dari rekaman pembicaraannya dengan Ketua Senat Renan Calheiros yang ditayangkan TV Globo, Silveira memberi saran bagaimana membela diri dalam pemeriksaan skandal korupsi di perusahaan minyak negara, Petroleo Brasileiro SA (Petrobras). Ia juga mengusulkan agar mencari informasi seputar pemeriksaan terhadap Calheiros. Percakapan itu direkam mantan kepala transportasi Petrobras, Sergio Machado, di rumah Calheiros tiga bulan lalu. Kala itu Silveira adalah penasihat Dewan Yudisial Nasional—badan pengawas peradilan Brasil.

Machado, yang juga tersangkut dugaan korupsi, kini berstatus saksi. Dia merekam pertemuan dan pembicaraan dengan para politikus agar tuntutan hukumannya diperingan. Silveira adalah menteri Temer kedua yang mundur setelah Menteri Perencanaan Romero Juca melakukannya sepekan sebelumnya. Mereka mundur juga karena rekaman itu. Rekaman tersebut kian menguatkan dugaan bahwa pemakzulan Rousseff berkaitan dengan upaya oposisi menghentikan penyelidikan skandal suap yang melibatkan mereka. Sebelumnya, Rousseff berulang kali menyatakan pemakzulan dirinya merupakan konspirasi kudeta yang dilancarkan oposisi.

● KOREA UTARA PYONGYANG SAYANG TRUMP KANDIDAT Presiden Amerika Serikat asal Partai Republik, Donald Trump, menjadi kesayangan Korea Utara. Pasalnya, Trump menjanjikan untuk menarik seluruh tentara Amerika Serikat dari Korea Selatan jika terpilih sebagai presiden. Media Korea Utara memuji-muji Trump sebagai calon presiden yang bakal membebaskan warga Amerika dari ancaman serangan nuklir mereka.

”Ternyata Trump bukan kandidat yang berbicara kasar, edan, atau bodoh seperti yang mereka katakan, tapi sesungguhnya dia adalah politikus yang bijak,” tulis kolumnis yang menyebut diri sebagai Han Yong Muk, cendekiawan Cina, dalam laporan DPRK Today. DPRK adalah Democratic People’s Republic of Korea, nama resmi Korea Utara.

Dalam wawancara dengan The New York Times pada Maret lalu, Trump menuduh Korea Selatan tidak berkontribusi dalam membiayai puluhan ribu anggota pasukan Amerika, sehingga menyatakan akan menarik mereka jika terpilih. Pyongyang pun bersorak. Negara itu sudah lama berharap tentara Amerika meninggalkan Semenanjung Korea.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *