Persalinan dalam air atau birth sempat menjadi primadona di kalangan mamil. Demam water birth mulai terasa di water Indonesia sejak 2009. Kala itu, beberapa tempat bersalin gencar mempromosikan fasilitas per salinan dalam air. Walau biaya yang dikeluarkan untuk water birth cukup besar, namun peminatnya terus bertambah setiap tahun. Di Inggris, demam water birth lebih dahulu dimulai dan menjaring banyak peminat.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Menurut majalah TIME, setidaknya satu di antara 100 perempuan hamil di sana memutuskan menggunakan metode water birth. Dengan kata lain, sekitar 7.000 perempuan di Inggris memutuskan melahirkan dalam air setiap tahunnya. Bahkan, bagi para mama yang ingin melahirkan di rumah, kolam untuk persalinan memung kinkan disewa. The Royal College of Midwives dan Royal College of Obstetrician and Gynaecologist sempat menyarankan para mamil tanpa komplikasi kehamilan untuk melakukan persa linan dalam air.

Mereka mengatakan, water birth memberikan kesempatan bagi mama untuk mengurangi risiko trauma saat melahirkan. Para pendukung water birth percaya, metode tersebut dapat mengurangi rasa sakit akibat kontraksi serta melemaskan jalan lahir yang mengurangi risiko perdarahan akibat sobek.

Benarkah Tanpa Rasa Sakit?

Water birth sempat dipercaya bisa mengurangi, bahkan menghilangkan rasa sakit yang dialami oleh mamil selama proses persalinan. Bayi pun akan lahir lebih nyaman karena air hangat dalam kolam terasa seperti air ketuban. Proses persalinan yang katanya lebih alami tanpa rasa sakit ini sukses membuat banyak mamil di dunia, termasuk Indonesia, akhirnya memilih untuk mencoba persalinan dalam air.

“Tak bisa dimungkiri kalau banyak yang melakukan water birth karena sedang booming saja. Banyak yang ikut-ikutan tanpa memahami prosedur yang aman. Bahkan, ada yang menggunakan kolam renang anak-anak berbahan plastik sebagai medianya, sehingga manfaat yang didapatkan sangat sedikit dibandingkan risikonya yang cukup besar,” ungkap dr. Rudi Simanjuntak , SpOG Menurut Rudi, tidak ada bukti medis yang menyatakan water birth bisa menghilangkan rasa sakit.

“Berendam dalam air mungkin saja membuat ibu lebih nyaman sehingga rasa sakit saat kontraksi dapat berkurang, namun persalinan dalam air sangat berisiko ter utama bagi bayi. Yang disayangkan adalah bila keputusan ibu melakukan water birth hanya karena ingin mencari kenyamanan bagi dirinya sendiri, namun lupa untuk memikirkan keselamatan bayinya,” papar Rudi. Dengan kata lain, berendam dalam air hangat di bathtub memang bisa mengurangi rasa nyeri saat kontraksi. Mama boleh, kok, melakukannya bila masih dalam tahap pembukaan awal, dengan persetujuan dokter tentunya.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *