Laporan Utama – Saat Tepat Gunakan Mobil Niaga

Kendaraan operasional. Inilah garda terdepan dalam sebuah rantai kerja fleet management alias pengelolaan armada transportasi perusahaan. Berkat kehadiran armada tersebut, semua produk bisa sampai hingga ke tangan konsumen. Bagi perusahaan berskala besar, sangat mudah untuk menentukan kapan dan berapa jumlah armada yang harus mereka miliki. Sebaliknya, bagi pengusaha skala startup, terkadang mereka kesulitan untuk menentukan waktu tepat memiliki armada penyokong gerak laju roda bisnisnya. Bahkan tak jarang, setelah memiliki armada operasional, bukan untung yang didapat, malah buntung yang menghampiri.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Kok bisa Semua karena salah memperhitungkan dari segi waktu, jenis kendaraan, hingga “kapasitas” bisnis yang dilakoni. Kehadiran mobil niaga, bisa mempercepat akselerasi bisnis yang berujung pada meningkatnya keuntungan. Namun, langkah tersebut harus dibarengi ketepatan dalam memilih. Baik dari sisi waktu, jenis, hingga bentuk kepemilikannya. Karena selain dengan cara membeli, beberapa entitas bisnis lebih memilih untuk menyewanya. Adalah Richard, pengusaha furnitur di Ciledug, Tangerang Selatan. Ia sudah merasa memerlukan sebuah kendaraan niaga untuk menyokong bisnisnya. “Tadinya saya menyewa (mobil boks). Tapi setelah dihitung-hitung, sepertinya lebih baik kalau punya sendiri,” ujar pria yang berprofesi sebagai fotografer ini.

Pilihannya jatuh kepada Daihatsu GranMax bak terbuka. Menurutnya untuk memiliki mobil tersebut, ia harus mengangsur. “Pembayarannya dari hasil usaha funitur itu,” ujar Richard. Karena itu, walau status mobil tersebut milik pribadi, namun setiap kali digunakan untuk mengantarkan funitur, tetap dikenakan biaya sewa. Pada saat masih menyewa kendaraan, Richard harus mengeluarkan biaya Rp250.000 – Rp500.000 untuk sekali angkut. “Biaya sewa tergantung jarak yang ditempuh,” katanya. Menekan Cost Ia mengaku, setelah memiliki kendaraan sendiri, biaya pengeluaran yang harus ia keluarkan jadi lebih sedikit.

Tentu hal ini sangat memengaruhi cash flow perusahaan yang tengah dirintisnya. Bagi pria yang berdomisili di daerah Japos, Tangerang ini, keberadaan mobil niaga ini, sangat mendukung usahanya. Tak hanya itu, terkadang mobil ini dipakai juga untuk keperluan keluarga. Tak heran, jika ia melengkapi mobil tersebut dengan AC dan interior terbaik. “Jadi kalau kita berada di dalamnya, cukup nyaman, dan enggak malu-maluin kalau dibawa ke kantor atau ke apartemen, atau tempat klien,” katanya.

Namun sebelum memutuskan memiliki kendaraan operasional, ada baiknya mendengarkan pengalaman Eva, pemilik PT Anugerah Niaga Jaya, distributor consumer goods di Pekanbaru, Kepulauan Riau. Baginya, sebelum memutuskan memiliki mobil operasional, lakukan perbandingan antara pendapatan atau omzet dengan biaya operasional perawatan kendaraan, bahan bakar dan akomodasi sopir. Jika omzet belum memungkinkan, disarankan menggunakan jasa pengiriman barang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *